ASTS GANJIL TA 2026-2027 - SDIT ALFITYAN KUBU RAYA
*Nama Kegiatan* : ASTS GANJIL TA 26-27 *Hari /Tan...
Masa Pengenalan Lingkungan Asrama (MPLA) merupakan kegiatan penting yang bertujuan untuk memperkenalkan siswa baru kepada lingkungan Asrama Putra Al-Fityan, sekaligus menyiapkan mereka untuk menjalani kehidupan berasrama yang disiplin, penuh tanggung jawab, serta mencintai ilmu. Hari Pertama: Rabu, 9 Juli 2025 Pada hari pertama MPLA, kegiatan dimulai dengan penyambutan siswa baru yang dilakukan oleh Kepala Asrama dan para Pembina Asrama Putra. Acara penyambutan ini dilaksanakan dengan penuh kehangatan untuk memberikan kesan yang positif dan menumbuhkan rasa percaya diri bagi para siswa baru. Hari Kedua: Kamis, 10 Juli 2025 Di hari kedua, para siswa mengikuti kegiatan motivasi keasramaan yang disampaikan oleh Ustadz Syaiful Anshor, L.C.. Beliau memberikan wawasan tentang arti penting hidup di asrama, kedisiplinan, serta pentingnya menjaga niat dan semangat dalam menuntut ilmu. Pada malam harinya, pembekalan terkait SOP kebersihan dan kerapian ranjang dan lemari yang berlaku di asrama, yang disampaikan oleh Ustadz Rino, S.Pd.. Materi ini meliputi: Cara menata ranjang dengan rapi, seperti melipat selimut dan merapikan kasur, bantal, serta guling. Menyusun pakaian dan barang-barang pribadi di dalam lemari dengan tertib dan efisien. Hari Ketiga: Jumat, 11 Juli 2025 Kegiatan pada hari ketiga dimulai ba’da Subuh dengan penyampaian materi oleh Pj Ibadah, Ustadz Hamzah Miri, S.Pd. Pada malam hari ba’da Isya, siswa diberikan motivasi tentang keutamaan menuntut ilmu oleh Ustadz H. Ikhsan Syamsi, M.Pd., yang mengingatkan siswa tentang betapa mulianya perjuangan dalam menuntut ilmu, yang merupakan jalan menuju keberkahan hidup dunia dan akhirat. Acara malam dilanjutkan dengan praktek mengenakan kain sarung disampaikan oleh Ustadz Fikri Maulana, S.Pd. Hari Keempat: Sabtu, 12 Juli 2025 Pada ba’da Subuh hari keempat, kegiatan diawali dengan penyampaian program-program Al-Qur’an yang akan dijalankan di asrama oleh Pj Al-Qur’an. Selanjutnya, para siswa mengikuti praktek wudhu dan sholat yang benar di pagi harinya, yang dipandu oleh Ustadz Muhammad Syafi’i. Pada malam harinya, siswa mengikuti kegiatan mengenai program Bahasa Arabyang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Syafi’i,
Rabu, 21 Mei 2025 menjadi hari kelima pelaksanaan Praktek Pengabdian Masyarakat (PPM) 5 oleh peserta Angkatan 11 Al-Fityan Kubu Raya. Kegiatan hari ini berjalan seru dan penuh variasi, mulai dari kerja bakti, eksplorasi bahan pangan lokal, hingga kegiatan sosial dan budaya yang melibatkan masyarakat secara langsung. Kegiatan diawali sejak pagi hari dengan kerja bakti membersihkan surau-surau yang berada di Dusun Serayu. Para peserta bahu-membahu menyapu, mengepel, dan merapikan lingkungan surau demi menciptakan tempat ibadah yang bersih, nyaman, dan layak digunakan masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya melatih tanggung jawab sosial peserta, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap fasilitas umum di tengah masyarakat. Setelah itu, para peserta melanjutkan kegiatan unik dan menarik, yakni mencari sayur miding atau pakis di hutan sekitar dan kebun milik warga. Sayuran ini kemudian akan diolah menjadi bubur pedas, salah satu makanan tradisional khas daerah Sambas yang kaya cita rasa dan nilai budaya. Proses pengolahan bubur pedas dilakukan secara bersama antara peserta PPM dan ibu-ibu warga sekitar. Hasil olahan tersebut dinikmati bersama dalam suasana yang hangat, di mana peserta dan masyarakat duduk bersama menikmati hidangan khas lokal yang menggugah selera.
Selasa, 20 Mei 2025 merupakan hari keempat pelaksanaan Praktek Pengabdian Masyarakat (PPM) 5 oleh peserta Angkatan 11 Al-Fityan Kubu Raya. Sejak pagi hari, para peserta telah memulai aktivitas mereka dengan penuh semangat, mengikuti serangkaian agenda yang telah dirancang untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat setempat. Kegiatan pertama dimulai dengan kerja bakti dan gotong royong membersihkan Surau Al-Ikhlas serta Rumah Quran Al-Fatih. Para peserta bergotong royong menyapu, mengepel, merapikan perlengkapan, hingga membersihkan area luar bangunan. Tujuannya adalah menciptakan suasana yang bersih dan tertata agar masyarakat dapat beribadah dan belajar dengan nyaman. Setelah kerja bakti, kegiatan dilanjutkan dengan pembuatan plang nama jalan dan plang nama rumah untuk tokoh-tokoh masyarakat di sekitar lokasi PPM. Peserta ikhwan bersama para pembina dan pendamping berperan aktif dalam proses pembuatan hingga pemasangan plang tersebut. Nama-nama jalan ditandai dan dipasang sebagai identitas wilayah, sementara plang nama rumah dikhususkan bagi rumah ketua RT, RW, kepala desa, dan tokoh lainnya. Ini menjadi langkah konkret dalam membantu penataan lingkungan dan memudahkan identifikasi rumah dan jalan bagi warga dan tamu yang datang.
Hari ini, Senin, 19 Mei 2025, merupakan hari ketiga pelaksanaan kegiatan Praktek Pengabdian Masyarakat (PPM) ke-5. Sejumlah agenda dilaksanakan dengan penuh semangat oleh seluruh peserta. Pada pagi hari, peserta PPM melaksanakan kunjungan ke dua sekolah, yaitu SDN 25 Sekabau dan MTs Yasti Sekabau. Dalam kunjungan ini, para siswa-siswi peserta PPM berkesempatan untuk berbagi cerita, pengalaman, serta semangat belajar kepada adik-adik di kedua sekolah tersebut. Suasana berlangsung dengan hangat dan penuh antusiasme. Terlihat jelas interaksi yang seru dan menyenangkan antara peserta PPM dan para siswa, menciptakan momen yang inspiratif dan berkesan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga menjadi sarana latihan bagi peserta PPM dalam bersosialisasi, mengajar, dan berbicara di depan umum. Melalui pengalaman ini, mereka dilatih untuk lebih percaya diri, peduli terhadap lingkungan sekitar, serta memiliki keberanian untuk tampil dan menyampaikan gagasan di hadapan orang banyak. Harapannya, setelah kegiatan ini, peserta PPM dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih tangguh, empatik, dan komunikatif.
Hari ini, 18 Mei 2025, merupakan hari kedua pelaksanaan kegiatan Praktek Pengabdian Masyarakat (PPM) 5. Pada hari ini, seluruh peserta PPM mendapatkan kesempatan istimewa untuk menghadiri acara saro'an atau pernikahan adat khas daerah Sambas. Tidak hanya sebagai tamu undangan, para siswa-siswi juga turut serta secara langsung sebagai panitia dan bagian inti dari jalannya acara. Keterlibatan aktif ini memberikan pengalaman berharga bagi para peserta, karena mereka mendapatkan pembelajaran langsung mengenai adat istiadat dan rangkaian prosesi dalam pernikahan adat Melayu Sambas. Tradisi seperti ini jarang ditemui di kota-kota besar, sehingga menjadi wawasan baru yang memperkaya pengetahuan budaya para siswa. Pada siang hingga sore harinya, kegiatan dilanjutkan dengan program mengajar mengaji di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) yang berada di sekitar lokasi PPM. Seluruh peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan disebar ke berbagai TPA untuk melaksanakan program ini. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat dalam bidang pendidikan agama, sekaligus menjadi sarana pembelajaran dan latihan mengajar bagi peserta.